Saturday, November 13, 2010

Rahsia Nikmat Hidup


Bila hidup ini tidak halangan, tentu tidak menarik. Terlebih dahulu di-cast dengan ilmu, lalu kita amalkan dalam kehidupan, seperti bertarung dalam kehidupan nyata ini. Tapi kita harus benar-benar dapat mengukur diri kita. Misalnya, ketika terjadi pertemuan dengan kalangan tertentu, yang membuat keimanan kita turun, bererti pertemuan itu tidak bagus untuk kita. Bererti iman kita belum cukup untuk dapat menangkis pengaruh negatif dari kelompok itu. Maka untuk sementara waktu kita perlu berhijrah dari lingkungan tersebut, dalam rangka menguatkan diri. Sehingga pada waktunya, kita sudah sedia untuk terjun ke dalam kehidupan sebenar, namun kita sudah berbekal dengan kemampuan yang lebih baik. Kita harus mendakwahi mereka, ketika kita sudah yakin dengan kekuatan diri kita. Di-cast dapat juga dengan cara berkumpul dengan orang-orang soleh. Diamnya saja akan berpengaruh terhadap keyakinan kita.

Yang paling membuat hidup kita tidak selesa adalah kebingungan, ragu-ragu, dan keraguan, kerana setiap yang meragukan membuat hidup kita tidak jelas. Dalam menjalani hidup ini, apabila belum mengenal peta hidup dengan jelas, maka menyebabkan hidup menjadi gamang, ragu, dan sangat meletihkan.
Dalam menjalani hiduup ini, harus jelas hala tujunya dan bagaimana dalam melangkahnya, siapa Tuhan kita, siapa kita, apa yang bahaya, dan apa yang menyelamatkan, akan ke mana kita, dan sebagainya. Kalau sudah semuanya jelas, maka akan mantap dan tidak akan bingung dalam menjalani hidup.
Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia ini adalah menjadi hamba Allah. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Perkara rezeki adalah mutlak dalam genggaman Allah. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki pasti akan menjamin segala keperluan rezekinya.
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. QS At-Thalaq : 2-3
Kita bekerja bukan hanya untuk mencari wang, tapi merupakan amal soleh dalam menjemput rezeki atau nafkah kita. Yang dicari keberkahan dan redha Allah SWT. Orang yang mencari redha Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pemberi rezeki, pasti kita akan bertemu dengan rezeki kita, sehingga tidak akan mahu berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari redha Allah, maka ia akan menghalalkan berbagai cara.
Dengan demikian, berbeza antara orang yang bekerja hanya untuk mencari wang, dengan orang yang bekerja untuk mencari redha-Nya. Orang yang mencari redha Allah, sama sekali tiada keraguan, yakin pasti bertemu dengan rezekinya. Selama sesuai dengan perintah Allah, tidak perlu menghiba-hiba kepada manusia, kerana manusia tidak dapat memberikan apa pun, tanpa izin Pemilik Semesta Alam.
sujud-syukur-2
Kita bergaul dengan manusia, bukan untuk menuhankan, dan memelas kepada manusia. Kita bergaul dengan manusia kerana Allah menyuruh kita bergaul dengan manusia dengan baik. Kita berbuat baik bukan untuk dihargai. Orang menghargai, dan mengakui kebaikan kita atau tidak, bukan urusan kita. Urusan kita adalah bergaul dengan manusia dengan baik sesuai perintah-Nya. Tidak boeh takut kepada manusia. Diri kita milik Allah, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa izin pemilik-Nya. Tidak akan pernah mati, kecuali Allah yang mematikan.
Manusia bukan pemberi rezeki, manusia hanya makhluk sebagai jalan dari ketentuan Allah. Tugas kita jelas, menjemput rezeki kita dengan cara yang halal. Semua anak-anak kita ada rezekinya. Tugas orang tua membawa anaknya mengenal siapa penciptanya, Lukmanul Hakim menjadi contoh bagaimana seorang hamba Allah, yang tidak bertuhankan selain Allah. Beliau mendidik anak untuk mengenal-Nya, dengan itu akan berjumpa dengan rezekinya yang berkah. Dan akan berjumpa dengan rezeki dan takdir terbaik dalam kehidupannya. Setelah kita mati, warisan terbesar kita kepada anak-anak kita adalah keyakinan dan istiqamah taat kepada Allah.
Dunia ini hanya tempat persinggahan. Semua kita akan tinggalkan. Dunia tidak ada apa-apa. Dunia bukan untuk memperbudak kita, tapi dunia diciptakan untuk menjadi pelayan kita. Harta, pangkat, gelaran, tidak ada apa-apa erti. Orang-orang zalim dan ingkar diberi oleh Allah dunia ini. Kemuliaan bukan dengan pencapaian duniawi, tanda kemuliaan bukan dengan berharta atau berpangkat, melainkan dengan takwa.
Takwa itu tandanya hatinya yakin, patuh kepada Allah, lahir batin. Redha dengan semua takdir yang telah ditetapkan Allah. Allah tidak pernah zalim dalam menentukan takdir kita. Jelas hidup ini hanya singgah sebentar di dunia dan dunia tidak dibawa ke alam kubur.
Siti hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim yang merupakan perintah Allah, ia lantas mengikutinya. Lalu tatkala memerlukan air untuk diri dan anaknya, beliau pun berlari-lari mencari air ke bukit shafa dan marwah. Namun air tidak muncul di bukit tersebut melainkan di sekitar ka’bah yang berjarak seratus meteran dari sana.
Maka tugas kita dalam hal ini adalah untuk menyempurnakan ikhtiar, bukan menentukan hasil. Jangan pernah risau dengan janji Allah. Sesungguhnya yang berbahaya bagi diri kita adalah keburukan dari diri kita sendiri. Orang lain hanya menjadi jalan.
sayangi-iman-anda
Sekarang masalah apa pun yang menimpa, jangan sibuk dengan orang yang menjadi jalan, melainkan sibuk dengan diri kita yang menjadi penyebabnya. Kebaikan kembali pada pembuatnya, begitu pula keburukan. Tidak ada yang merosak diri kita selain dari keburukan diri kita.
Ketika kita menghadapi kesusahan, kita tidak dapat menyelesaikan dengan kemampuan kita, melainkan dengan pertolongan Allah. Bagaimana jalan keluarnya? Adalah dengan bertaubat.
Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menenangkan hatinya, Allah akan memberi jalan keluar, dan rezeki pertolongan dari yang tidak terduga.
‘maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh : 10-12)
Rezeki termahal dalam hidup ini adalah hati yang yakin, dan lahiriahnya patuh kepada Allah dengan istiqamah. Kejayaan orang adalah yakin kepada Allah, tidak ada keraguan dalam hatinya. Tidak bersedih hati. Kunci yakin adalah hati yang bersih. Makin bersih dari kemusyrikan, kemunafikan, dan cinta duniawi, hati akan langsung merasakan keyakinan, hati peka, doa mustajab, akhlak mulia, dan auranya tenang. Maka jangan ukur kejayaan seseorang dengan duniawinya, melainkan lihatlah sejauh mana keyakinannya yang merupakan kurnia Allah tidak ada tolok bandingannya.
Sekuat tenaga mengarungi hidup, disusuli dengan semangat kebersihan hati. Cari sahabat yang dapat membantu membersihkan hati. Seperti kereta yang tidak berfungsi whipernya/ pembersih kaca ketika hujan lebat, maka dia akan risau. Bukan tiada jalan, melainkan tidak dapat melihat jalan. Seperti itu pula ketika kita melihat dengan mata hati yang tertutup dosa. Oleh kerana itu, kembalilah kepada Allah, seperti kaca yang bersih, maka akan tampak semua yang ada, kerana tidak tertutup, seperti udara bagi paru-paru ini, penyelesaian sesungguhnya terhampar dekat kita.

Artikel dari halaqah online

Saturday, October 30, 2010

Bahagiakan Hidup Dengan Iman

Makna Iman
Iman secara bahasa adalah kebalikan dari Kufur; yaitu pengakuan yang terpatri dalam hati sementara kufur adalah ketiadaan pengakuan.
Adapun iman secara syara’ adalah Membenarkan dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan.
Dari definisi dapat dipahami bahwa iman adalah  tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan dalam berbagai perbuatan. Karena itu Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan yang sama dalam satu keyakinan, maka orang-orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, di setiap ucapannya dan segala tindakannya sama.  Sebagaimana orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga orang yang pandangan hidup yang jelas dan sikap hidup yang teguh tanpa terombang-ambing oleh silaunya kehidupan dunia.
Pembagian Iman; Iman ada dua macam
1. Iman yang Hak; yaitu iman yang ditujukan kepada Allah, Rasul, kitab-kitab, malaikat, yaumil Akhir dan takdir, senantiasa mengarahkan hidupnya karena Allah dan sesuai dengan keyakinannya.
2. Iman yang Batil; yaitu iman yang ditujukan kepada selain Allah, tidak sesuai dengan syariat Allah, beriman kepada dukun, sihir, ahli nujum (peramal) dan lain sebagainya, sebagaimana mereka juga yang senantiasa berpegang teguh pada keyakinan yang salah dan tidak mau menerima kebenaran yang diterima.
Iman adalah cara Allah memelihara jati diri manusia dan memberikan kebahagiaan hakiki.
Jika dipahami dengan seksama ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits nabi saw, maka akan ditemukan pentingnya iman pada diri setiap insan dalam menjalani hidupnya di muka bumi ini. Dengan iman maka hidup seseorang akan memiliki nilai, makna dan jati diri yang mulia di sisi Allah, bahkan dengan itulah manusia mendapatkan kebahagiaannya yang hakiki.
Seseorang boleh berbangga dan merasa bahagia pada saat memiliki kekayaan, harta berlimpah, rumah mewah, tanah yang luas, jabatan yang tinggi atau umur yang panjang namun harus disadari itu semua merupakan kebahagiaan nisbi yang terbatas pada kehidupan duniawi belaka, apalagi jika tidak dilandasi dengan iman maka segala kenikmatan tersebut akan berbuah malapetaka. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan”. (Ali Imran:178)
Allah juga berfirman: “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan (kesenangan berupa kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan mereka) orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (Ali Imran:196-198)
Tanpa iman hidup manusia akan hampa, tidak memiliki nilai dan jati diri di sisi Allah dan bahkan tidak berbeda dengan makhluk lain seperti binatang, bahkan lebih rendah dari binatang.
Marilah kita lihat beberapa ayat Allah tentang hakikat iman yang dapat memberikan setiap insan menggapai kemuliaan dan jati diri yang terbaik di sisi Allah.
1. Manusia selalu dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman yang tidak akan mengalaminya. Allah berfirman:
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-Asr:1-3)
2. Manusia adalah makhluk sempurna, namun kesempurnaannya akan dapat jatuh dan hina jika tidak dipertahankan dengan keimanan. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”. (At-Tiin:4-6)
3. Manusia yang beriman senantiasa mendapat kehidupan yang baik dan sejahtera serta ganjaran berlimpah di sisi Allah. Allah berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An-Nahl:97)
4. Manusia yang beriman, umurnya senantiasa dilimpahi keberkahan dan mendapat rahmat sepanjang hidupnya. Nabi saw bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik perbuatannya”. (Tirmidzi)
Sementara itu, manusia tanpa iman akan mengalami kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat, bahkan Allah SWT mentamtsilkan orang-orang kafir dengan berbagai tamtsil yang sangat buruk.
1. Manusia tanpa iman, ibarat binatang hina bahkan lebih hina dari itu. Allah berfirman:
“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, Atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”. (Al-Furqan:43-44)
2. Manusia tanpa iman, segala perbuatannya bak fatamorgana yang akan hampa dan tanpa nilai yang berharga di sisi Allah. Allah berfirman:

“Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: “Mengapakah tidak diturunkan kepada kita Malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?”Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas(dalam melakukan) kezhaliman”. Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa mereka berkata: “Hijraan mahjuuraa. Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”. (Al-Furqan:21-23)
Dan Allah juga berfirman:
“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisi-Nya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”. (An-Nuur:39)
3. Manusia tanpa iman, kehidupannya bak laba-laba yang membuat sarang (jaring) sebagai tempat tinggal yang mudah dihancurkan. Allah berfirman:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui”. (Al-Ankabut:41)
4. Manusia tanpa iman, kehidupannya bak anjing yang senantiasa menjulurkan lidahnya. Allah berfirman:
“Dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”. (Al-A’raf:176)
Artikel dari dakwatuna.com

Sunday, October 24, 2010

Permata Tarbiyah

Assalamualaikum wbt..
Alhamdulillah..Allah masih memberi ruang untuk terus bernafas dan kesihatan tubuh badan dalam melaksanakan ketaataan padaNya. Nikmat yang sangat besar apabila seseorang dikurniakan ketengan jiwa  dan hati saat diri tidak mampu untuk berdiri teguh, ini adalah kerana dengan rahmat Allah yang besar memberikan kelapangan jiwa.
Syukur, melihat permata tarbiyah yang begitu semangat hadir kerumah saya baru2 ini..Pengalaman yang sangat indah melihat jiwa2 muda yang ghairah dlm mengejar cinta Allah.Moga semangat ini tidak terus padam dengan kelarutan kerosakan akidah zaman ini. Handphone saya berbunyi pada jumaat petang,
" akak kami nak dtg ke rumah sok" ,saya membaca msg tertera di hp. Perasaan sangat gembira, hati ini tidak sabar menunggu kehadiran mereka, terkejut pun ada sbb tidak sangka mereka ingin hadir kerumah saya sedangkan exam mereka blum habis lagi.

Secara tidak langsung, saya terus membuat perancangn agar ruang yang ada ini tidak disiakan begitu shj. Bukan mudah untuk mereka hadir kesini. Peancangan aktiviti dari Sabtu tengahri-ahad tengahri. Alhamdulillah , banyak ilmu dapat dicurahkan dan dikongsikan dengan adik2 ini. Dari aktivti LDK, pengisian, memasak, riadah, tyangan, walaupun sekejap masa bersama, mg adik2 ini mendapat kefahaman lebih jelas tentang keberadaan mereka dlm tarbiyah ini.

Moga ini menjadi cetusan buat saya untuk terus memberi kepada orang lain baik rakan2 sekitar, keluarga, adik2 tarbiyah dan masyarakat.Moga adik2 ini menjadi permata tarbiyah yg mampu menyampaikan islam kepada org lain.Selepas habis segala aktiviti bersama, mereka pun pulang. Alhamdulillah, Allah memudahkan segalanya walaupn pada awalnya pelbagai maslah, moga ia menjadi tarbiyah buat diri saya agar teus  optimis dengan ujian.Terima kasih kepada rakan2 yang membntu. Moga ini satu usaha mengejar syurga Allah dan moga segala amal2 kita diterima Allah insya.

Wednesday, October 20, 2010

Tanda-tanda Anak Bersedia ke Tandas

Ramai ibubapa yang tertanya-tanya, bilakah waktu yang sesuai untuk melatih anak ke tandas? Berikut adalah tanda-tanda anak anda sudah bersedia untuk latihan ke tandas (untuk mencuba, tidak semestinya anak anda ada kesemua tanda-tanda berikut).

Skil Bahasa

  1. Mampu mengikut arahan (cth: “Tanggal seluar, pergi ke tandas.”).
  2. Bercakap dua patah perkataan (cth:"babai yak", “jom yak”).

Skil Kognitif

  1. Meniru perbuatan orang dewasa (cth: menyapu lantai)
  2. Memahami sebab dan akibat (cth: kalau kencing, seluar basah)

Skil Emosi

  1. Suka mendapat pujian dengan mengikut arahan anda
  2. Menunjukkan bantahan, tidak patuh kepada arahan anda
  3. Cuba untuk berdikari dalam aktiviti seharian (cth : berkeras untuk makan sendiri, cuba menanggalkan seluar sendiri)
  4. Bangga dengan kepunyaan sendiri (“adik punya” dan “yak adik”)
  5. Suka mengikut dan melihat anda atau kakak/abangnya ke tandas.

Skil Motor

  1. Boleh berjalan dengan baik
  2. Boleh menanggalkan seluar sendiri
  3. Boleh berdiri tegak 5 minit tanpa bantuan
  4. Boleh menahan kencing dan berak (lampin akan kering lebih 2 jam tetapi bila basah, basah dengan banyak sekali)
  5. Buang air besar pada masa yang sama hampir setiap hari

Penjagaan Badan

  1. Tidak selesa dengan lampin yang basah atau bernajis
  2. Tidak mahu memakai lampin dan suka menanggalkannya
  3. Meminta untuk menggunakan kerusi ‘potty’
  4. Menunjukkan ekspresi muka, badan, perbuatan atau percakapan jika mahu buang air. (cth: akan pergi ke satu sudut tertentu di rumah)
Selamat mencuba.
Artikal dari anakkusayang.com
Sangat menguji kesabaran saya ketika di fasa ini mendidk anak2 di taska.Kdg2 terlepas perasaan marah.Moga saya mampu bersabar.Kesannya yang buruk apabila kita bertidak spt itu anak2 tidak mempunyai keyakinan diri untuk terus belajar membuang air ke tandas. Maka janganlah bertindak spt itu, beri sokongan dengan pujian dan hadiah apabila ank2 berjaya membuang air ke tandas.

Saturday, October 16, 2010

Allah Ghoyatuna

Allah segala tujuan
 
Bingkai Kehidupan – Shoutul Harokah

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
hidup ini adalah perjuangan
tiada masa tuk berpangku tangan

setiap tetes peluh dan darah
tak akan sirna di telan masa
segores luka di jalan Allah
kan menjadi saksi pengorbanan

Allah ghoyatuna, arrosul qudwatuna
Alqur’an dusturuna, aljihad sabiluna
Almautu fi sabilillah, asma’ amanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Alqur’an pedoman hidup kami
jihad adalah jalan juang kami
syahid di jalan Allah adalah cita2 kami tertinggi



Tarbiyah Allah

Saat apabila kita melihat penderitaan oang lain, kita akan terus untuk bangun memperbaiki diri kerana ramai di luar sana memerlukan pertolongan kita,baik rakan sekitar , keluarga atau masyarakat di luar. Hendak memberi yang terbaik buat semua tapi kadang2 kita tidak mamu untuk memenuhi segalanya. Maaf insan2 yang sangat memberi harapan. InsyaAllah, mana yang mampu saya cuba untuk terus memberi dengan kudrat yang ada.

Buat kakak yang disayangi,  satu cabaran yang sangat hebat ditempuh oleh mu, moga Allah memberi kekuatan kepadamu dalam mendidik anak-anak mu biarpun tiada insan bergelar suami disisimu. Takziah. Allah lebih menyayanginya. Pandang hikmah atas sesuatu, memang pahit tapi Allah hendak menjadikan dirimu insan yang terbaik disisinya.Allah sentiasa bersammu. Hati ini sayu apabila melihat anak-anak masih kecil.Jika diikutkan hati, saya ingin mengambil mana-mana anak-anak ini untuk dijaga, mengurangkan beban yang sedia ada, tapi sanggupkh seorang ibu berpisah dengan anak-anaknya. Cukuplah setiap kali ziarah mengembirakan hati anak-anak ini, wajah tersenyum terukir sangat membahagiakan. Moga anak-anak ini menjadi insan terbaik didunia dan akhirat. Jika ada kesempatan, saya ingin membawa ank-anak ini menghadiri majlis ilmu spt program motivasi agar mereka terus bersemangat untuk belajar dan dekat cinta kepada Allah. Alhamdulillah, kakak memberi respon yang sangat baik. Moga Allah terus memberi jalan kepada kita semua.

Mujahadah

Assalamualaikum wbt
Indahnya hidup ini jika meletakkan segalanya hanya untuk Allah. Biar pelbgai cabaran yang mendatang, jiwa merasa lapang, hati tenang, biarpun pahit, penat yang mendatang kerana Allah telah menjanjikan barang sesiapa yang bermujahad di jalanya, pasti jalan yang di lalui sukar kerana syurga itu indah Jadi senyumlah tatkala menghadapi ujian kerana ia akan menjadikan kita lebih optimis dan tegar. Allah sudah berfirman
"Dan sungguh Kami benar-benar menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar  berjihad dan bersabar di antara kamu dan Kami akan uji perihal kamu"31:47


InsyaAllah pastinya Allah menemukan jalan :). Sangat tersentuh dengan lirik lagu ni. Memberi ruang lebih optimis dengan ujian dan cabaran.Moga Allah memberi hidayah dlm terus melakukan ketaatan kepadanNya.

Lirik lagu InsyaAllah, Maher Zain

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astraYou’re the only one that showed me
the way,
Showed me the way x2
Insha Allah x3
Insya Allah we’ll find the way